Rabu, 22 April 2009

Obligasi Pegadaian Pasang Bunga 10-14%

PT Perum Pegadaian memasang kisaran kupon bunga obligasinya antara 10% hingga 14%. Obligasi senilai Rp 1,5 triliun itu akan diterbitkan pada Juni mendatang.
"Kisaran bunga obligasi Pegadaian diperkirakan antara 10-14%," ujar Direktur PTBahana Securities, Andi Sidharta dalam paparan di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD,Jakarta, Kamis (14/5/2009).
Pegadaian menawarkan obligasi XIII senilai Rp 1,5 triliun dengan tingkat sukubunga tetap. Obligasi ini memperoleh peringkat idAA+ stable outlook.
Obligasi ini dibagi menjadi 6 seri yaitu seri A1, seri A2, seri B1, seri B2,seri C1 dan seri C2. Obligasi seri A1 dan A2 berjangka waktu 5 tahun dengankisaran bunga 10-13%.
Seri B1 dan B2 berjangka waktu 8 tahun dengan kisaran 10-14%. Seri C1 dan C2berjangka waktu 10 tahun dengan kisaran 10-14%.
Obligasi ini dijamin dengan jaminan Fidusia berupa piutang lancar kendaraanbermotor dalam jumlah sekurang-kurangnya 60% dari nilai pokok.
Dana hasil obligasi akan digunakan untuk keperluan modal kerja, khususnyaekspansi kredit usaha dalam rangka menyalurkan uang pinjaman.
Bertindak selaku penjamin emisi adalah PT Bahana Securities, sedangkan waliamanat dan agen jaminan adalah PT Bank Mega Tbk (MEGA).
Masa penawaran digelar mulai 9-11 Juni 2009 dan pencatatan di Bursa EfekIndonesia (listing) pada 17 Juni 2009.(dro/lih)
sumber : detikfinance

Saham Grup Bakrie Rontok, IHSG Terjungkal 66 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang tinggi yang membuatnya terjungkal ke jalur merah. Saham-saham grup Bakrie mengalami kerontokan yang hebat.

Tingginya transaksi saham lebih banyak didominasi oleh aksi jual. Pelaku pasar melakukan aksi ambil untung di saham grup Bakrie karena menilai harganya sudah terlalu tinggi. IHSG juga terpental ke zona negatif mengikuti bursa saham regional yang hampir semuanya anjlok.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (14/5/2009) IHSG terjungkal 66,329 poin (3,58%) menjadi 1.785,003. Pada sesi satu IHSG terpangkas 35,453 poin (1,91%) menjadi 1.815,879.

Indeks LQ-45 turun 13,470 poin (3,75%) menjadi 345,358 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 13,647 poin (4,51%) menjadi 288,860.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 203.360 kali, dengan volume 30,297 miliar unit saham, senilai Rp 7,806 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 155 saham turun dan 47 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 250 menjadi Rp 1.950, Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp 4 menjadi Rp 100, Bakrie Telecom (BTEL) turun Rp 13 menjadi Rp 153, Bakrieland Development (ELTY) turun Rp 40 menjadi Rp 255, Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) turun Rp 90 menjadi Rp 800 dan Darma Henwa (DEWA) turun Rp 15 menjadi Rp 225.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Truba Alam Engineering (TRUB) naik Rp 18 menjadi Rp 160, Sierad Produce (SIPD) naik Rp 6 menjadi Rp 57 dan Central Proteinaprima (CPRO) naik Rp 5 menjadi Rp 115.

IHSG mengikuti anjloknya bursa regional seperti Hang Seng turun 3,04%, KOSPI turun 2,68%, Nikkei turun 2,64%, Shanghai turun 0,9%, STI Singapura turun 2,41% dan Taiwan turun 1,87%.

Tekanan Jual Bayangi IHSG

Tekanan jual diprediksi masih akan membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Perhatian pelaku pasar masih seputar saham grup Bakrie yang kembali marak dengan spekulasi.
Melempemnya bursa regional dan Wall Street bisa ikut mempengaruhi gerak IHSG pada perdagangan Kamis (14/5/2009). Namun IHSG bisa bertahan positif jika transaksi yang berlangsung di lantai bursa sangat besar.
Saham grup Bakrie menjadi favorit karena pelaku pasar banyak yang menggunakan fasilitas marjin. Penyelesaian repo Bakrie yang mulai jalan ikut menyemangati gerak saham grup ini.Sementara indeks Nikkei Jepang pada pembukaan Kamis pagi melemah 128,19 poin (1,37%) menjadi 9.212,30. Nikkei mengikuti perlemahan Wall Street karena sentimen negatif angka penjualan ritel kembali menunjukkan penurunan. Pada perdagangan Rabu waktu AS(13/5/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 184,22 poin (2,18%) ke level 8.284,89. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 24,43 poin (2,69%) ke level 883,92 dan Nasdaq turun 51,73 poin (3,01%) ke level 1.664,19.Sedangkan IHSG pada perdagangan Rabu kemarin (13/5/2009), ditutup menguat 9,310 (0,51%) ke level 1851,332.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
IHSG akhirnya ditutup menguat di tengah perdagangan yang relatif volatile kemarin. Pergerakan indeks diwarnai oleh profit taking terhadap saham unggulan seperti TLKM, ASII, INCO, PGAS. Disisi lain saham grup Bakrie (BUMI, DEWA, ENRG,BNBR, ELTY) kembali berhasil menjadi penyelamat indeks. Pernyataan dari Deputi Gubernur BI bahwa perekonomian kuartal 2 membaik, kemudian ekspektasi dari pulihnya perekonomian global dari resesi menjadi katalis bagi pergerakan indeks kemarin. Sementara hari ini kami perkirakan pergerakan indeks masih akan dibayangi oleh profit taking, seiring dengan tekanan jual pada saham yang mengalami kenaikan signifikan. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran support-resistance 1.830-1.877.
Optima Securities
Indeks kembali naik tipis 9 poin keposisi 1.851 ditopang oleh sektor perdagangan yang menguat 3,5%. Beberapa saham lapis dua dan tiga mengalami autoreject atas karena menjadi incaran investor dengan grup Bakrie terus menjadi favorit.Sentimen harga komoditas dan bursa luar masih menjadi penopang utama pergerakan indeks di kisaran 1.820-1.890. Beberapa saham pilihan BTEL, TRUB, BNII, UNTR dan UNSP.
eTrading Securities
Saham small cap yang terkena sentimen krisis global bergerak aktif kemarin, DEWA +34% dan TRUB +35% sedangkan IHSG +0,5%. Pasar Indonesia masih diselimuti investor ritel yang cenderung melakukan trading pada saham-saham yang bernominal kecil sementara investor institusi dan asing memilih untuk menonton.Hari ini market lebih banyak berita buruk, penjualan ritel AS turun di bawah perkiraan dan GDP Jepang terendah dalam sejarah -16%. Prediksinya market akan bergerak negatif pada sesi pembukaan pagi ini. Market sudah pulih dari sentimen, selanjutnya pertumbuhan akan menjadi penggerak market. Rekomendasinya agar investor untuk merubah style trading menjadi fundamental dan melihat pertumbuhan perusahaan.(ir/ir)
sumber : detikfinance

Medco Jual Obligasi Rp 1 Triliun

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjual obligasi senilai Rp 1 triliun yang dananya akan digunakan untuk modal kerja dan investasi.
Obligasi Medco II tahun 2009 itu akan ditawarkan 9-11 Juni 2009 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Juni 2009. Pernyataan efektif dari Bapepam LK diharapkan keluar pada 5 Juni 2009.Dalam prospektus yang diterbitkan, Rabu (6/5/2009), obligasi Medco ini memiliki dua seri yakni Seri A berjangka waktu 3 tahun dan seri B berjangka waktu 5 tahun. Obligasi Medco ini mendapat peringkat AA- (double A minus) dari Pefindo.
Medco menunjuk 4 penjamin emisi untuk obligasi ini yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas dan PT Kresna Graha Sekurindo. Sedangkan wali amanat yang dipakai adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Kinerja keuangan Medco per Desember 2008 mencatat pendapatan US$ 1,286 miliar naik dari tahun 2007 yang sebesar US$ 1,077 miliar. Laba bersih yang dibukukan tahun 2008 sebesar US$ 280,204 juta yang naik dari tahun 2007 yang sebesar US$ 6,599 juta.
Medco melalui anak usahanya Medco E&P memiliki 17 blok yang terdiri dari 8 aset produksi, 2 pengembangan, 6 eksplorasi, dan 1 partisipasi ekonomi, mulai dari Sumatra hingga Papua.
sumber : detik finance

Tekanan Jual IHSG Tak Kurangi Minat Beli Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan mengalami tekanan. Namun tekanan jual tersebut tidak mengurangi minat investor membeli saham. Sehingga tarik menarik aksi jual dan beli akan cukup tinggi.
Animo beli saham tersebut muncul karena investor masih akan berburu saham-saham sektor energi seiring dengan harga minyak yang masih di atas level US$ 50-an per barel. Meski pada Selasa waktu AS (5/5/2009) harga minyak agak terkoreksi ke US$ 53,84 per barel.
Pelaku pasar percaya meski masih mengalami tekanan, IHSG pada perdagangan Rabu (6/5/2009) dalam tren positif. Terlebih nilai transaksi yang masuk ke lantai bursa juga masih tinggi.
Sementara saham-saham di Wall Street melemah terkena profit taking. Investor kini sedang harap-harap cemas menunggu hasil stress test atas bank-bank besar.
Hasil bocoran sementara dari stress test adalah 10 dari 19 bank besar peserta test tersebut kemungkinan harus menambah modalnya.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (5/5/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah tipis 16,09 poin (0,19%) ke level 8.410,65. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 3,44 poin (0,38%) ke level 903,80 dan Nasdaq turun tipis 9,44 poin (0,54%) ke level 1.754,12.Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham, Selasa (5/5/2009) turun 16,077 poin (0,9%) menjadi 1.772,070.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas
Panin Sekuritas
IHSG akhirnya kemarin bergerak melemah menyusul aksi ambil untung oleh para investor. Penurunan kemarin sekaligus mengakhiri rally naik yang terjadi dalam 5 hari berturut-turut. Saham sektor perbankan terlihat menjadi pendorong turunnya indeks. Investor terlihat melakukan sell on news terhadap pengumuman diturunkannya BI Rate. Sebagai informasi, dalam beberapa hari terakhir sektor perbankan memang selalu menjadi indeks mover terbesar. Kami melihat profit taking yang dilakukan investor masih cukup wajar. Meski hari ini tekanan jual diprediksikan masih akan terjadi, akan tetapi kami melihat IHSG masih akan berada dalam bullish trend-nya (uptrend channel). Pelaku pasar masih cukup optimis perekonomian global akan berangsur pulih. Kami perkirakan indeks hari ini akan bergerak dalam kisaran support-resistance 1.760-1.790.
Optima Securities
Meskipun melemah 16 poin ke level 1.772, indeks berhasil menutup gap yang terjadi level 1.766-1.821. Pasca penurunan BI Rate 25 basis poin ke 7,25% investor melakukan profit taking khususnya di sektor infrastruktur dan keuangan mengingat indeks telah rally cukup banyak serta belum ada sentimen yang dianggap menjadi katalis penguatan berikutnya. Nilai transaksi hampir Rp 7 triliun di mana smart money masih mengalir ke bursa sebesar Rp 663 miliar. Kondisi yang sudah overbought bisa memicu pelemahan indeks kembali. Pergerakan harian di level 1.720-1.840 dengan pilihan saham: BUMI, INCO, SMGR, dan MEDC.
eTrading Securities
Profit taking pada IHSG kemarin cenderung memberi signal kelelahan dari rally saham. Hasil stress-test bisa menjadi alasan untuk profit taking. MEDC mengumumkan rencana penjualan 50% saham block Area 47 di Lybia, menjadi sentimen positive untuk pergerakan sahamnya. Verenex pemegang 50% saham sisanya, telah setuju untuk menjual ke CNOOC dengan harga USD400 juta. Saat ini market cap MEDC adalah USD873 juta.
Dari ekonomi BI rate turun 50 bps menjadi 7,25% kemarin, lebih rendah dari perkiraan kita dan konsensus 25bps. Bank di perkirakan akan menurunkan Lending rate mereka meskipun pada level terbatas melihat NPL yang masih meragukan.
Kita memperkirakan hari ini IHSG akan side-way, investor ragu dengan rally sepanjang dua bulan terakhir ini. Apakah ini "bear market rally" atau market rebound? Apapun itu market turnover telah kembali sekitar Rp 4-6 triliun di bandingkan akhir tahun 2008 hanya Rp 1-2 triliunn. Turnover bisa menjadi support untuk penurunan IHSG.(ir/ir)
sumber : detik finance

Relationship

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP